Example floating
Example floating
Seputar Sumut

Sharon Ciota Ginting Meraih Dua Medali Olimpiade Nasional

31
×

Sharon Ciota Ginting Meraih Dua Medali Olimpiade Nasional

Sebarkan artikel ini

SUMUT, REMPULIMA.COM

 Sharon Ciota Ginting (14 tahun) berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada Grand Final Olimpiade Nasional OMNI Sains Indonesia di acara Awarding Ceremony , Minggu, (3/5/2026), di kampus A Universitas Darunnajah Jakarta.

Acara Awarding Ceremony yang dilaksanakan serentak di 11 kota se-Indonesia yakni Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Denpasar dan Ambon.

Pelaksanaan Grand Final Olimpiade Nasional tersebut diselenggarakan serentak di 11 kota se-Indonesia, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Grand Final ini diselenggarakan untuk beberapa kategori mulai dari TK (Berhitung), SD kelas 1-2 (Matematika, Bahasa Inggris), SD Kelas 3-4 (Matematika, Bahasa Inggris), SD kelas 5-6 (Matematika, Bahasa Inggris), dan SMP (Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris). Pelaksanaan grand final olimpiade ini termasuk cepat mengingat proses pemeriksaan lembar jawabannya digunakan dengan komputerisasi.

Pelaksanaan Olimpiade Nasional OMNI Sains Indonesia telah melewati rangkaian proses seleksi yang panjang atas puluhan ribu siswa. Seleksi Kabupaten/Kota Madya dilaksanakan pada Bulan Oktober 2025 se-Indonesia. Bagi yang lolos seleksi di level Kabupaten/Kota Madya maka berhak mengikuti kontestasi di level Provinsi pada Februari 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos pada level Provinsilah yang akhirnya ikut pada Grand Final Olimpade Nasional pada 2 Mei 2026 yang dilaksanakan serentak se-Indonesia tersebut.

Untuk menentukan siapa yang eligible lolos ke tingkat lebih tinggi, panitia menetapkan minimum passing grade yang harus dilewati setiap peserta. Hanya siswa yang melewati passing grade ini yang lolos ke tingkat lebih tinggi. Setiap kontestasi di Kabupaten, hanya sekitar 30% peserta yang lolos ke tingkat Provinsi. Demikian juga di seleksi tingkat Provinsi hanya sekitar 10 – 20% yang lolos ke tingkat nasional, bervariasi di setiap mata pelajaran dan kategori.

Sharon berhasil meraih peringkat SILVER MEDALIST untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP pada kontestasi Grand Final Olimpade Nasional tersebut. Total finalis yang lolos pada IPA SMP adalah 165 kontestan dari seluruh Indonesia. Dari 165 finalis, terdapat 45 kontestan yang berhasil meraih _award_. 15 awardee meraih 3rd Commendation, 11 awardee meraih 2nd Commendation, dan 9 orang meraih 1st Commendation. Seluruh siswa ini dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan bersama didampingi oleh orangtuanya.

Selanjutnya, diumumkan bahwa terdapat 5 awardee yang meraih Bronze Medal, ada 3 awardee yang meraih Silver Medal, dan 2 yang meraih Gold Medal. Disinilah sangat mengejutkan bagi Sharon ketika namanya diumumkan meraih medali Silver. Peraih medali Silver tertinggi diraih Sharon Ciota Ginting, yang bersekolah di SMPK Penabur Bintaro Jaya, dari seluruh peserta finalis di Jakarta. Peraih nilai tertinggi nasional di IPA SMP adalah Giovina Roseline Prasetyo dari SMPK Santa Maria 2 Malang, Jawa Timur.

Hal ini sangat membanggakan bagi Sharon, mengingat pada kontestasi IPA SMP di Provinsi DKI Jakarta Februari 2026 silam, Sharon lolos ke tingkat nasional setelah meraih peringkat juru kunci dari 22 peserta yang lolos dari DKI Jakarta. Namun pada saat kompetisi nasional, putri dari pasangan Esra Ginting dan Kristina br Tarigan ini, berhasil menjadi peserta dengan nilai tertinggi untuk seluruh peserta dari DKI Jakarta. Sekaligus menorehkan raihan Silver Medalist pada grand final olimpiade nasional tersebut.

Tidak hanya IPA SMP, Sharon, yang gemar musik ini, juga berhasil meraih peringkat BRONZE MEDALIST untuk mata pelajaran Bahasa Inggris SMP pada kontestasi Grand Final Olimpade Nasional tersebut. Total finalis yang lolos pada Bahasa Inggris SMP adalah 845 kontestan dari seluruh Indonesia. Dari 845 finalis, terdapat 75 kontestan yang berhasil meraih award 30 awardee meraih 3rd Commendation 15 awardee meraih 2nd Commendation, dan 15 orang meraih 1st Commendation. Seluruh siswa ini dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan bersama didampingi oleh orangtuanya.

Selanjutnya, diumumkan bahwa terdapat 6 awardee yang meraih Bronze Medals, ada 5 awardee yang meraih Silver Medals, dan 4 yang meraih Gold Medals. Kembali Sharon Ciota Ginting sangat senang ketika namanya diumumkan meraih Bronze Medals. Peraih nilai tertinggi di Bahasa Inggris SMP adalah Muhammad Darian Athaillah dari SMP Salman Al Farisi, Bandung, Jawa Barat.

Pada olimpiade nasional ini, dari awal Sharon sebenarnya mengikuti 3 kategori yaitu: Matematika SMP, IPA SMP, dan Bahasa Inggris SMP. Pada kontestasi di level Kota Madya Jakarta Selatan, Sharon lolos untuk ketiga kategori tersebut dan berhak mengikuti kontestasi di level Provinsi. Pada seleksi Provinsi DKI Jakarta, Sharon tidak lolos di Matematika, karena nilainya kurang 1 poin dari passing grade kelulusan. Sehingga Sharon harus terhenti di level Provinsi untuk kategori Matematika SMP. Namun di IPA SMP dan Bahasa Inggris SMP, Sharon berhasil lolos ke kontestasi nasional.

Pasca pelaksanaan grand final Olimpiade Nasional OMNI Sains Indonesia ini, Sharon Ciota Ginting memperoleh pelajaran berharga untuk terus konsisten melakukan yang terbaik. Dinamika lolos atau tidak lolos merupakan pelajaran penting yang bisa dipetik dalam mengevaluasi diri dan selalu rendah hati.

Prestasi yang ditorehkan Sharon di kancah akademis nasional ini diharapkan bisa memicu semangat para remaja, khususnya remaja Karo, untuk terus berkreasi menggali dan memaksimalkan potensi diri. Terlebih lagi, diharapkan agar para remaja Karo berani mencoba dan pantang menyerah. Kuncinya selalu rendah hati, lapar prestasi, tetap merasa perlu belajar, dan tidak pernah puas.(red/rempulima.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ikuti kami di Facebook, Youtube, X, Tiktok, Instagram, dan lainnya. Kami manayangkan informasi dan berita Update setiap hari. Bujur ras Mejuah-juah!