Example floating
Example floating
Harga Pangan

Harga Cabai Anjlok, KORPRI Kabupaten Karo Gercep: 1,3 Ton Ludes Diserap ASN

16
×

Harga Cabai Anjlok, KORPRI Kabupaten Karo Gercep: 1,3 Ton Ludes Diserap ASN

Sebarkan artikel ini

Mejuah-juah | REMPULIMA.COM

Bukan sekadar wacana, Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Karo langsung tancap gas. Di saat harga cabai di tingkat petani ambruk dan mengancam kantong mereka, KORPRI justru bergerak sebagai juru selamat lewat aksi nyata: borong hasil panen.

Melalui program bertajuk “Dukungan Terhadap Petani Cabai”, sebanyak 1.374,5 kilogram cabai segar berhasil diserap dan diedarkan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Karo. Jumlah itu setara dengan lebih dari 1,3 ton—buah tangan solidaritas yang menyelamatkan petani dari kerugian besar.

Aksi ini bukan tanpa dasar. Gerakan cepat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 800-11003/KORPRI KR12026 yang terbit pada 16 April 2026. Namun di balik surat itu, ada denyut nadi yang lebih penting: jiwa korps dan etika bermasyarakat. KORPRI ingin menunjukkan bahwa ASN tak boleh beku dengan realitas di sekitarnya, terutama sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi mayoritas warga Karo.

Ini bentuk kepedulian kami. Dengan membeli langsung dari petani, kita memutus rantai panjang yang merugikan mereka. Di sisi lain, ASN juga mendapat akses pangan berkualitas dengan harga stabil,” ujar perwakilan Sekretariat KORPRI Kabupaten Karo, senin (20/4/2026) 

Cabai yang dipasarkan kepada anggota KORPRI ini dipanen dari dua lumbung pangan utama:

1. Kelompok Tani Ola Kisat, Desa Dolat Rayat, Kecamatan Dolat Rayat.

2. Kelompok Tani Anggrek, Desa Situnggaling, Kecamatan Merek.

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM, dalam suratnya menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan melihat harga jual cabai yang tertekan. Alih-alih menunggu mekanisme pasar, KORPRI memilih bergerak: membeli hasil panen langsung dari petani, lalu menjualnya kembali dengan harga wajar ke sesama anggota.

Program yang dikoordinasikan lewat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karo ini mendapat antusiasme tinggi. Seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Karo kompak turun gunung—mendata kebutuhan cabai di unit kerja masing-masing, lalu mengalirkan pesanan langsung ke kelompok tani.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Karo berharap stabilitas ekonomi lokal tetap terjaga. Lebih dari itu, aksi ini menjadi penguat solidaritas antara abdi negara dan masyarakat tani—sebuah harmoni yang terus dipupuk di Bumi Tanah Karo. (red/rempulima.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ikuti kami di Facebook, Youtube, X, Tiktok, Instagram, dan lainnya. Kami manayangkan informasi dan berita Update setiap hari. Bujur ras Mejuah-juah!