Mejuah-juah | REMPULIMA.COM
Harga bunga lokal di Kabupaten Karo mengalami penurunan drastis. Menyusul kondisi ini, Aliansi Petani Bunga Kabupaten Karo mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk menyampaikan keluhan, Senin (08/06/2026).
Para petani menduga anjloknya harga bunga tersebut disebabkan oleh praktik penjualan PT Toba Hasfram—yang berlokasi di Kecamatan Merek—ke pasar lokal. Padahal, perusahaan tersebut seharusnya mengekspor bunga ke luar negeri.
Empat orang perwakilan aliansi hadir langsung untuk menanyakan tindak lanjut surat audiensi yang telah mereka ajukan sejak Februari lalu. Mereka mendesak DPRD agar segera mengambil langkah nyata menyusul kerugian yang mulai dirasakan para petani.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan komisi terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Kami di dalam kelembagaan ini akan segera melakukan tindakan, terutama mengoordinasikannya ke komisi yang membidangi, yakni Komisi B,” ujar Iriani.
Tak hanya berhenti pada koordinasi internal antar komisi, Ketua DPRD juga akan melibatkan eksekutif dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencari solusi atas persoalan yang membelit para petani bunga.
“Kami juga akan menghubungi pemerintah dan dinas terkait dalam penanganan para petani bunga di Karo,” tutupnya.(red/rempulima.com)







