Example floating
Example floating
Tangsi

Rutan Kabanjahe Gelar Tasyakuran: Wujud Syukur dan Apresiasi untuk Petugas & Warga Binaan

9
×

Rutan Kabanjahe Gelar Tasyakuran: Wujud Syukur dan Apresiasi untuk Petugas & Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Mejuah-juah | REMPULIMA.COM

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kabanjahe menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Senin (27/4/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas dedikasi para petugas pemasyarakatan dalam membina warga binaan.

Acara yang digelar di lingkungan Rutan Kabanjahe itu dihadiri oleh sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karo serta instansi terkait, antara lain Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Karo, Reza Fikri Dharmawan, S.H., Kabag SDM Polres Tanah Karo Kompol Alfian Arbi, Kadim 0205/TK Mayor Inf. Jonny Siboro, Asisten Pemerintahan Eddy Suranta Surbakti, perwakilan BNNK Karo, Kadis Dukcapil Susy Iswara Br Bangun, S.E., M.Si., serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Karo.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kabanjahe, Bahtiar Sembiring, S.H., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Forkopimda Karo atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini.

Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin. Kami berharap ke depannya kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan demi kemajuan sistem pemasyarakatan di wilayah kita,” ujar Bahtiar.

Sementara itu, Bupati Karo dalam sambutannya menegaskan bahwa rutan bukan sekadar tempat untuk menjalani hukuman, melainkan juga wadah pembinaan yang memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.

Rutan adalah tempat membina warga agar kelak kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. Ini adalah amanah besar yang harus kita dukung bersama,” pesan Bupati.

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun ini mengusung semangat pengabdian dan harapan akan reintegrasi sosial yang lebih manusiawi. Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur (red/rempulima.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ikuti kami di Facebook, Youtube, X, Tiktok, Instagram, dan lainnya. Kami manayangkan informasi dan berita Update setiap hari. Bujur ras Mejuah-juah!